Skip to content

SI MURUNG DAN SI CERIA

31 March 2010

Ada dua anak bernama Si Ceria dan Si Murung. Seperti namanya Ceria

mempunyai sifat periang, selalu gembira dan tersenyum. Sebaliknya Murung

mempunyai perangai yang cemberut, selalu sedih, dan jarang tersenyum.

Suatu ketika orang tua mereka berpikiran untuk membuat Si Murung tersenyum

gembira dan membuat Si Ceria menjadi sedih cemberut dan sedih. Mereka lalu

berpikir untuk memberikan sesuatu yang menjadi kesukaan masing-masing anak.

Si Murung menginginkan telepon genggam. Selama ini jika pergi dengan teman-

temannya sering kali ia meminjam telepon genggam milik temannya. Orang

tuanya membelikan sebuah telepon genggam terbaru supaya dia menjadi senang

dan gembira.

Sewaktu Murung pergi sekolah, telepon genggam itu dibungkus oleh orang

tuanya dengan kertas kado yang bagus dan diletakkan di kamarnya. Sepulang

sekolah, Murung segera masuk ke kamar dan melihat ada kado di sana.

Cepat-cepat ia membuka kado itu dan ia terkejut sekali ketika mendapatkan

di dalamnya berisi telepon genggam. Wajahnya tersenyum, tapi tidak lama.

Kemudian ia murung lagi

karena ia takut kalau-kalau teman-temannya akan meminjam telepon genggamnya

lalu menjadi rusak. Di benaknya selalu muncul pikiran yang negatif,

sehingga kado itu menjadi beban baginya. Yang keluar dari mulutnya adalah

omelan dan keluhan, bukannya ucapan terima kasih kepada orang tuanya.

Di pihak lain, si Ceria senang sekali dengan kuda. Orang tuanya membungkus

kotoran kuda dan diletakkan dalam kamar agar ia menjadi sedih dan murung.

Sewaktu Ceria pulang ia juga terkejut melihat ada kado di kamarnya. Dengan

sergap ia membuka pula kado itu. Betapa terkejutnya ia, ternyata yang

didapatkan adalah kotoran kuda berbau busuk. Mukanya kebingungan

sejenak.Tetapi ia segera berpikir, “Ah masa orang tuaku yang begitu

mencintaiku memberi aku kotoran kuda, pasti ada sesuatu di balik hadiah

ini.”

Kemudian ia lari kepada orang tuanya dan mencium mereka. Orang tuanya

sangat bingung dan terkejut kemudian bertanya, “Lho kamu itu diberi kotoran

kuda kok senang sih?”. Lalu Ceria menjawab, “Papa, Mama, saya tahu kalian

sangat mencintai saya, jadi tidak mungkin memberi kotoran kuda kepada saya,

pasti kotoran kuda itu adalah sebuah tanda. Kalau ada kotoran kuda, berarti

ada kudanya. Saya tahu bahwa kalian akan membelikan kuda pony buat saya”

***

Orang yang hidupnya merasa sangat dicintai akan selalu berpikir

bahwa ia selalu akan menerima yang terbaik dalam hidupnya, walaupun dalam

penderitaan. Sebaliknya orang yang pesimis merasa hidup ini menjadi beban

penderitaan yang sangat panjang, sehingga ia selalu gelisah, takut, dan

khawatir.

One Comment leave one →
  1. didik permalink
    6 April 2010 7:54 am

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    harapan kami, di pendidikan karakter, anak saya yang murung dapat menjadi ceria dan yang ceria semakin ceria dan berpikiran positif.
    apa kiranya yang perlu kami selaku orang tua lakukan di rumah agar terbentuk karakter tersebut.
    Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: