Skip to content

“Membangun Karakter Anak melalui Brain Based Parenting (Pola Asuh ramah Otak)”

27 September 2011

Pola pengasuhan erat kaitannya dengan bermain di mana bermain adalah dunia anak. Dimanapun anak-anak berada dan dalam waktu kapan pun, bermain adalah aktivitas UTAMA anak. Bermain bukan hanya memberi mainan sebanyak-banyaknya kepada anak tapi menyediakan apa saja yang dapat dijadikan bahan belajar dan eksplorasi.

Pentingnya bermain bagi anak :

1. Bermain memungkinkan anak menjadi seorang yang bertanggung jawab karena orangtua tidak banyaj mengatur permainan untuk anak

2. Bermain membantu perkembangan bahasa anak

3. Bermain membangun ketrampilan sosial seperti berbagi,bergiliran dan berempati.

Jenis bermain pada anak :

a. Bermain pada usia bayi

– Jenis permainan untuk bayi seperti bertepuk tangan,bernyanyi, main ci-luk-ba, mengayun dan apa saja yang bisa membuat bayi tertawa.

– Sering memutarkan musik sambil ikut bernyanyi dan menggerakkan tubuh / tangan bayi

– Menyediakan permainan yang berwarna cerah – Dilakukan dengan tidak berlebihan agar tidak melelahkan bayi.

b. Bermain pada usia balita Jenis mainan untuk usia balita diantaranya:mainan yang mengeluarkan bunyi, puzzle, balok, kertas lipat, buku cerita, bola, perosotan, pasir dan air, mengenal alam (pohon, daun, batu)

c. Bermain pada usia remaja Jenis permainan untuk usia remaja seperti permainan intelektual, membaca, seni, hobi, permainan yang memecahkan masalah.

Bermain dengan anak membutuhkan komunikasi. Komunikasi / berbicara dengan anak melibatkan kata dan perasaan. Peran orang tua dan pengasuh sangat penting untuk mengajak anak berbicara agar anak dapat belajar bagaimana menggunakan bahasa. Berbicara dengan anak dapat dimulai ketika anak masih dalam usia bayi. Berbagi apa yang kita lakukan, apa yang kita lihat dan apa yang kita rasakan.

Memberi sentuhan, pelukan dan ciuman kepada anak merupakan bentuk utama komunikasi dengan anak. Ketika seorang bayi dilahirkan, ia dalam keadaan belum lengkap / sempurna sehingga ketika ia lahir, ia siap diprogram oleh orang-orang dewasa di sekitarnya. Pernahkah kita bertanya, “mengapa manusia dengan kapasitas jumlah sel otak yang sama, jantung, hati dan organ-organ tubuh yang sama mempunyai perilaku yang berbeda-beda?”, ada yang berperilaku baik dan jahat.

Semua perilaku manusia ada di bawah kendali otak dan emosinya di mana kendali emosi juga ada di otak. Walau manusia membawa potensi sifat-sifat bawaan di dalam tubuhnya namun potensi tersebut tidak akan menjadi sifat dan perilaku apabila lingkungannya tidak kondusif dalam arti lingkungan pengasuhan mempunyai peran membentuk struktur otak manusia dan kepribadian. Masa usia 5 tahun pertama merupakan masa penting untuk perkembangan otak anak. Bila pada masa ini, anak kurang mendapat stimulasi maka jaringan koneksi yang ada di otak tidak akan berkembang dan terbuang percuma.

Resep utama pengasuhan ramah otak : hormon cinta. “without love there can be no healthy growth or development “ (tanpa cinta maka tidak aka nada pertumbuhan dan perkembangan yang sehat). Secara garis besar di dalam otak kita ada 2 hormon yaitu hormone cinta dan stress. Bila lingkungan pengasuhan di sekitar anak menyenangkan maka hormon cinta dalam tubuh anak akan berkembang dengan baik dan sebaliknya.

Akibat pola asuh yang tidak ramah otak :

1. Pembohong Orangtua yang selalu memarahi anaknya bila melakukan kesalahan sehingga anak menjadi takut dan menjadikan anak ‘terbiasa’ berbohong untuk menutupi kesalahannya.

2. Neurosis Ketidakseimbangan jiwa yang mengakibatkan anak pada saat dewasa bersikap posesif, terlalu cemburu dan kekanak-kanakan.

3. Depresi dan bunuh diri Depresi dan bunuh diri dapat menyebabkan stress yang berkepanjangan.orang-orang yang depresi adalah mereka yang semasa kecil mengalami kekerasan / kurang kasih sayang dari orangtua dan lebih banyak di kota-kota besar seperti orang yang tidak menikah, bercerai, gagal menjalin hubungan dan menyendiri.

4. Psikopat dan sosiopat Anak tidak mempunyai empati dan mudah terlibat kriminal. Pola asuh ramah otak adalah lingkungan pengasuhan yang membuat anak merasa diterima dan disayang oleh orangtua / lingkungannya.

Contoh pola asuh ramah otak :

1. Menyusui Pemberian ASI akan membentuk ikatan emosional antara ibu dan anak, sedangkan untuk ayah bisa dilakukan dengan menggendong bayi

2. Sentuhan dan pijatan halus Sentuhan kepada anak dapat memberikan rasa nyaman kepada anak

3. Bermain dan tertawa

Pola asuh ramah otak dapat dilakukan dengan 3 hal yaitu :

1. Bermain pada anak

2. Sentuhan, belaian dan pelukan kepada anak

3. Pemberian kata positif pada anak

disampaikan pada SHARING AUD Pelangi (10 Agustus 2011) oleh Annas Lestari, SKM Dirujuk dari buku “Membangun Karakter Anak melalui Brain Based Parenting (Pola Asuh ramah Otak)” yang disusun oleh Ratna Megawangi, dkk

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: